sebuah catatan sederhana (Cerpen)

kisah masa lalu masih membebaniku saat waktu mempertemukanku dengan masa depan. aku masih ingat setiap air mata yang kujatuhkan hanya untuk mengenang kebodohan yang ku perbuat sendiri. lihat saja catatan-catatanku masih menyebut namanya dalam bisu entah kusadari atau tidak.
musik-musik  tempo lambat menjadi peneman irama langkah yang juntai melangkah kedepan. meski begitu ku pastikan akademikku akan tetap bertahan hanya itu yang kumiliki saat itu tapi semua itu hanya sesaat. semua berubah saat kumengenal kata baru dalam tulisanku malam itu.

aku datang berjalan menelusuri keramaian, mencari teman-teman baru yang kukenal di sesi satu. terlalu ramai entah mereka berada dimana aku tidak tahu hingga keadaan menjebakku dalam obrolan ringan dengan teman lamaku di SMA.

"eh mblo dah mupon belum lo?" celutakan nisa sebagai pembuka awal sesi pembullyan diriku pun dimulai.
"menurut lo" jawabku santai saat itu, padahal dalam hati ya kali mupon secepat itu. "lu gek jomblo , dah mupon belum lo dari ...."
"udah dong kan udah lama, emang lo masih baru masih basah lukanya " benar kataku sesi pembullyan telah dimulai.
ku anggap itu semua hiburan dari padaku harus terjebak dalam kesepian dalam keramaian. meski begitu tatapan mataku bergerak dari satu orang ke satu orang yup kebiasaanku melihat setiap orang yang baru dilingkunganku. banyak yang cantik tapi ada satu yang berbeda. dia yang penuh tawa , dia yang ceria.
ku kenal dia dari temanku yang sejak tadi kerjaannya membully diriku. nama perempuan itu Ami. Seorang gadis sederhana yang menarik perhatianku. tidak jauh beda kerjaan diapun membully diriku.
tapi apa dayaku, jadi aku menikmati semua itu.
aku hanya seorang pengecut aku sadari itu. sepanjang acaraku hanya berani menatapnya dari jauh tak berani buka obrolan dengannya meski kursi disampingnya kosong tapi tak apalah mungkin ini yang terbaik saat ini bagiku yang masih terluka aku tak mau terburu-buru menyimpulkan kondisi ini.
setelah acara itu aku mulai lupa akan dia sebab masa-masa UAS sudah mulai tapi yang pasti aku tahu dia anak Dana dari proses sedikit kepo pada dirinya setelah pertemuan itu. Tapi ini cuma kisah awal sebuah pembuka dalam catatan hidupku yang baru.

Komentar

Postingan Populer