kenyataan mimpi (DRAFT NOVEL)
Kami terus berlari dalam gelap, kami mencoba menemukan setitik cahaya namun tak pernah kami temukan, kawanku mulai lelah, ia sudah berlari cukup lama dengan kondisi penuh luka, di kaki kirinya terdapat luka sayatan yang sangat dalam yang membuatnya kesakitan saat berlari, namun tetap ia paksakan berlari demi tak bertemu dengan sesuatu yang tak kami harapkan.
“aku sudah tidak kuat” kata temanku berhenti mendadak dalam kegelapan, sambil mencoba menyentuh dinding dan kemudian menyandarkan tubuhnya hingga terduduk.
“ayo kau harus kuat” kata ku seraya ikut berhenti, “ ayo bangun, mereka sudah dekat, jangan sampai usaha kita sia-sia, ayo kau bisa”
Akhirnya temanku mencoba bangkit kembali, ia mencari pegangan agar ia bisa berdiri kembali, ku berikan tanganku untuk menopang dia berdiri kembali, dan kami pun kembali berlari.
Bias-bias cahaya mulai menerangi wajah kami, menunjukan pada kami bahwa di ujung kegelapan terdapat tempat yang penuh cahaya, semakin bersemangat kami berlari, dan tibalah kami di reruntuhan alun-alun kota, tak ada bangunan yang masih berdiri tegak kecuali sebuah menara legendaris yang masih berdiri menatap langit dengan angkuhnya, selain itu hampir semua rata dengan tanah bahkan tak ada satupun tumbuhan yang hidup di tempat itu.
Ku lihat wajah temanku begitu pucat, tak bertenaga yang kini tengah bersandar pada sebuah batu, melepas semua lelah yang ia pikul, mencoba mengatur kembali nafasnya, ku biarkan ia istirahat sampai aku mendengar suara berisik datang dari kegelapan.
“mereka sudah mendekat, ayo Lord kita harus berlari lagi!” ucap ku“ayo kau kuat, ayo sebentar lagi kita mencapai perbatasan kota, dan kita akan selamat”
“aku sudah tak kuat, ini batasku, aku tak mungkin melompati batasku” ucap kawanku “sebaiknya kau berlari, kau masih punya tenaga, jangan biarkan diriku menjadi penghambat bagimu”
“tapi ku tak mungkin meninggalkanmu sendiri disini” ucapku, “lagi pula kita bisa menggunakan portal dimensi disini”
“jangan , kalau kita menggunakannya kita membahayakan semuanya, mereka dapat melacak kemana kita pergi kalau kita menggunakannya disini” ucap kawanku, “kalau kau tak bisa meninggalkan ku sendiri,_tolong bunuh aku, jangan biarkan aku terlalu lama tersiksa”
“apa?aku tak mungkin membunuh mu ” ucap ku.
“kalau begitu tinggalkan ku sendiri disini, dan cepatlah pergi dari sini, biarkan ku menghambat mereka” ucapnya.
“tatatapi...” ucapku tertatih
“pergi!”bentak nya dengan suara keras, yang membuatnya memuntahkan darah
“baik aku pergi, tapi kau pegang ini portal dimensi terakhir kita, soal masalah bagaimana aku kembali pasti aliansi akan mengirim portal di perbatasan karena hari ini batas terakhir kita kembali” ucap ku.
Akhirnya ku pergi dan sampai di perbatasan kota, namun ku bingung bagaimana caranya ku kembali, tidak ada apa-apa disana, tidak tanda-tanda aliansi akan membukakan portal, tapi dalam ke putus asaan aku ingat temanku memberikanku sesuatu, dan aku bisa menggunakannya sekarang untuk menciptakan portal.
Ku lempar ke udara benda tersebut dan dalam seketika sebuah portal terbentuk, saat ku melangkah mulai melangkah, sebuah gelombang yang kuat mendorongku kedalam portal dan kemudian menutup portal dimensi,
dan kemudian yang ku ingat aku tertidur di atas tempat tidurku.
Catatan mimpi prajurit black knight , alpha centauri 2031.
“aku sudah tidak kuat” kata temanku berhenti mendadak dalam kegelapan, sambil mencoba menyentuh dinding dan kemudian menyandarkan tubuhnya hingga terduduk.
“ayo kau harus kuat” kata ku seraya ikut berhenti, “ ayo bangun, mereka sudah dekat, jangan sampai usaha kita sia-sia, ayo kau bisa”
Akhirnya temanku mencoba bangkit kembali, ia mencari pegangan agar ia bisa berdiri kembali, ku berikan tanganku untuk menopang dia berdiri kembali, dan kami pun kembali berlari.
Bias-bias cahaya mulai menerangi wajah kami, menunjukan pada kami bahwa di ujung kegelapan terdapat tempat yang penuh cahaya, semakin bersemangat kami berlari, dan tibalah kami di reruntuhan alun-alun kota, tak ada bangunan yang masih berdiri tegak kecuali sebuah menara legendaris yang masih berdiri menatap langit dengan angkuhnya, selain itu hampir semua rata dengan tanah bahkan tak ada satupun tumbuhan yang hidup di tempat itu.
Ku lihat wajah temanku begitu pucat, tak bertenaga yang kini tengah bersandar pada sebuah batu, melepas semua lelah yang ia pikul, mencoba mengatur kembali nafasnya, ku biarkan ia istirahat sampai aku mendengar suara berisik datang dari kegelapan.
“mereka sudah mendekat, ayo Lord kita harus berlari lagi!” ucap ku“ayo kau kuat, ayo sebentar lagi kita mencapai perbatasan kota, dan kita akan selamat”
“aku sudah tak kuat, ini batasku, aku tak mungkin melompati batasku” ucap kawanku “sebaiknya kau berlari, kau masih punya tenaga, jangan biarkan diriku menjadi penghambat bagimu”
“tapi ku tak mungkin meninggalkanmu sendiri disini” ucapku, “lagi pula kita bisa menggunakan portal dimensi disini”
“jangan , kalau kita menggunakannya kita membahayakan semuanya, mereka dapat melacak kemana kita pergi kalau kita menggunakannya disini” ucap kawanku, “kalau kau tak bisa meninggalkan ku sendiri,_tolong bunuh aku, jangan biarkan aku terlalu lama tersiksa”
“apa?aku tak mungkin membunuh mu ” ucap ku.
“kalau begitu tinggalkan ku sendiri disini, dan cepatlah pergi dari sini, biarkan ku menghambat mereka” ucapnya.
“tatatapi...” ucapku tertatih
“pergi!”bentak nya dengan suara keras, yang membuatnya memuntahkan darah
“baik aku pergi, tapi kau pegang ini portal dimensi terakhir kita, soal masalah bagaimana aku kembali pasti aliansi akan mengirim portal di perbatasan karena hari ini batas terakhir kita kembali” ucap ku.
Akhirnya ku pergi dan sampai di perbatasan kota, namun ku bingung bagaimana caranya ku kembali, tidak ada apa-apa disana, tidak tanda-tanda aliansi akan membukakan portal, tapi dalam ke putus asaan aku ingat temanku memberikanku sesuatu, dan aku bisa menggunakannya sekarang untuk menciptakan portal.
Ku lempar ke udara benda tersebut dan dalam seketika sebuah portal terbentuk, saat ku melangkah mulai melangkah, sebuah gelombang yang kuat mendorongku kedalam portal dan kemudian menutup portal dimensi,
dan kemudian yang ku ingat aku tertidur di atas tempat tidurku.
Catatan mimpi prajurit black knight , alpha centauri 2031.

Komentar
Posting Komentar