Ami (CERPEN)
“Coba kamu lihat hujan diluar indah bukan?” bayangkan betapa
banyak waktu yang kita habiskan memandang hujan yang sejak tadi terus mengajak
kita menari”
“tapi kita nanti akan
basah dan lihat sepuluh menit lagi entah hujan sudah berhenti atau belum
kita harus melanjutkan perjalanan”
“aku harap hujan belum berhenti, aku ingin merasakan hujan
kembali setelah sekian lama bersembunyi dari hujan”
Hahaha, mi, mi kamu memang berbeda ya disaat orang-orang
berharap tidak kehujanan kamu malah berharap kehujanan, jangan-jangan disaat
orang makan kamu berharap kelaparan”
“bisa saja, apa yang tidak mungkin bagi seorang Ami”
Ayo hujan sudah reda, sepertinya keinginanku bermain dengan
hujan belum dikabul Tuhan saat ini hahahah”
“Mungkin lain waku mi hahah”
suatu saat nanti aku akan mengajak kamu menari dibawah hujan
mi suatu saat nanti . ucapku dalam hati sembari mengendari motor menuju tujuan
kami..
dari tadi kalian pasti penasaran kan siapa Ami?. Biarkan aku
sedikit bercerita tentangnya sebelum kisah ini berlanjut.
Panggil saja dia Ami. Gadis yang membuatku berhenti mengejar
masa lalu dan berani menempuh masa depan. Seorang gadis yang sibuk dengan
masalah pergerakan kalau kamu bertemu dengan seorang wanita cantik, pintar,
baik hati dan seorang organisatoris mungkin kamu sedang berhadapan dengan Ami
yang sedang kuceritakan saat ini.
Ami ini punya sejuta fans bisa kubilang termasuk aku. Dia selalu
dikelilingi orang-orang hebat yang tentu membuatku minder dan iri. Siapa aku
tanyaku selalu. Aku dan Ami entah bisa dibilang apa aku tak mengerti status
diantara kami berdua mungkin single parsial
singkat penjelasan seperti itu. Tapi jangan terlalu dipikirkan soal itu
biarkan saja.
Toh aku menikmati
semua ini selama bisa bersamanya seperti saat ini melintasi jalanan yang lenggang
ditengah kesibukan kami berdua.

Komentar
Posting Komentar