akhir penantian
Saat hujan berbadai
Ku lihat engkau
Berteduh di puncak dahan
Sambil menutupkan mata
Entah fatamorgana apa
Yang memasuki pikiran
Saat kumelihat engkau
Menetaskan air mata
Ingin ku hapuskan air mata dari pipimu
Namun jangankan untuk menghapus air matamu
Memegang tanganmu pun aku tak mampu
Engkau terlalu indah untuk ku milikki
Namun aku tak bisa membiarkan
Engkau menangis di depan mataku
Sementara ku hanya bisa terdiam
Meihat wanita ynag ku cintai menangis sendiri
Setiap kaki yang ku langkahkan untuk mendekati dirimu
Membuat ku semakin tersiksa
Oleh perasaan bersalah
Yang tak ku mengerti
Meski jantung ini berhenti berdetak
Ku akan tetap mencoba
Meski nyawa ini kau cabut
Ku akan tetap melangkah
Saat semua terisa menghilang dari pandanganku
Aku kembali merasakan detak jantungku
Merasakan kembali nyawaku kembali bersemayam
Di dalam raga ini
Dan penglihatanku yang gelap
Kembali bercahaya
Menerangi seluruh sudut dunia
Dan memberitahuku apa yang menyebabkan semua kembali
Saat ku melihat dan merasakan
Bahwa tanganku telah menyentuh tanganmu
Dan menyapu air matamu yang mengalir
Di pipimu yang sejak tadi
Ku lihat engkau menatap mataku
Dengan penuh rasa kesedihan ynag mendalam
Seakan ingin memberitahuku apa yang terjadi
Sehingga engkau meneteskan air mata
Namun belum ku sempat mengeluarkan kata-kata
Atau membalas tatapanmu dengan senyuman
Kau sudah meletakkan kepalamu dibahuku
Dan memegang erat tanganku seaakan tak ingin membiarkanku pergi dari sisimu
Hujan pun telah berhenti,
Dan peangipun telah menghiasi langit
Namun kau tetap memegang erat tanganku
Dan bersandar di bahuku
Entah apa yang sedang ku alami
Namun yang ku tahu beban yang tersimpan di matamu telah hilang
Dan kini telah berubah menjaadi sebuah tatapan tenang dan lembutmu
Yang dulu selalui menghiasi wajahmu
Saat engkau mulai terlelap di bahuku
Aku hanya bisa terdiam merasakan lembut hembusan nafasmu yang seama ini ku rindukan
Dan menjagamu tetap di bahuku hingga kau terbanngun
Mungkinkah ini sebuah akhir penantian ku
Ku lihat engkau
Berteduh di puncak dahan
Sambil menutupkan mata
Entah fatamorgana apa
Yang memasuki pikiran
Saat kumelihat engkau
Menetaskan air mata
Ingin ku hapuskan air mata dari pipimu
Namun jangankan untuk menghapus air matamu
Memegang tanganmu pun aku tak mampu
Engkau terlalu indah untuk ku milikki
Namun aku tak bisa membiarkan
Engkau menangis di depan mataku
Sementara ku hanya bisa terdiam
Meihat wanita ynag ku cintai menangis sendiri
Setiap kaki yang ku langkahkan untuk mendekati dirimu
Membuat ku semakin tersiksa
Oleh perasaan bersalah
Yang tak ku mengerti
Meski jantung ini berhenti berdetak
Ku akan tetap mencoba
Meski nyawa ini kau cabut
Ku akan tetap melangkah
Saat semua terisa menghilang dari pandanganku
Aku kembali merasakan detak jantungku
Merasakan kembali nyawaku kembali bersemayam
Di dalam raga ini
Dan penglihatanku yang gelap
Kembali bercahaya
Menerangi seluruh sudut dunia
Dan memberitahuku apa yang menyebabkan semua kembali
Saat ku melihat dan merasakan
Bahwa tanganku telah menyentuh tanganmu
Dan menyapu air matamu yang mengalir
Di pipimu yang sejak tadi
Ku lihat engkau menatap mataku
Dengan penuh rasa kesedihan ynag mendalam
Seakan ingin memberitahuku apa yang terjadi
Sehingga engkau meneteskan air mata
Namun belum ku sempat mengeluarkan kata-kata
Atau membalas tatapanmu dengan senyuman
Kau sudah meletakkan kepalamu dibahuku
Dan memegang erat tanganku seaakan tak ingin membiarkanku pergi dari sisimu
Hujan pun telah berhenti,
Dan peangipun telah menghiasi langit
Namun kau tetap memegang erat tanganku
Dan bersandar di bahuku
Entah apa yang sedang ku alami
Namun yang ku tahu beban yang tersimpan di matamu telah hilang
Dan kini telah berubah menjaadi sebuah tatapan tenang dan lembutmu
Yang dulu selalui menghiasi wajahmu
Saat engkau mulai terlelap di bahuku
Aku hanya bisa terdiam merasakan lembut hembusan nafasmu yang seama ini ku rindukan
Dan menjagamu tetap di bahuku hingga kau terbanngun
Mungkinkah ini sebuah akhir penantian ku


eheeeemm...sesuatu sekali sepertinya...
BalasHapussalam kenal ya...mampir di blog ini...