Untukmu Peri Hati
Kulihat sang peri hati sedang bersedih
Meratapi kepergianku ke langit
Meninggalkan ia sendirian
Di malam penuh bintang
Inginku berkata padanya
Wahai peri hati lihatlah ke langit malam
Tidakkah kau lihat semua terdiam membisu karenamu
Sirius dan Orion berhenti berperang
Bahkan Aquarius pun berhenti mengalirkan air ke bumi
Karena mengira air di wajahmu berasal dari bejana air miliknya
Tidakkah kau sadar
Bahwa semua mengkhawatirkanmu
Tidakkah kau sadar
Aku akan selalu disisimu
Memang mungkin aku tidak bisa lagi menyeka air matamu
Memang mungkin aku tidak bisa lagi memegang tanganmu
Namun aku akan selalu hadir di setiap malammu
Mendengar isi hatimu, memberikan saran dan semangat
Dan jika bisa aku akan hadir di setiap mimpimu
Tersenyumlah peri hati
Karena aku akan selalu menemanimu
Menjawab setiap kegelisahan hatimu
Agar kau tetap tegar dalam hidupmu
Meratapi kepergianku ke langit
Meninggalkan ia sendirian
Di malam penuh bintang
Inginku berkata padanya
Wahai peri hati lihatlah ke langit malam
Tidakkah kau lihat semua terdiam membisu karenamu
Sirius dan Orion berhenti berperang
Bahkan Aquarius pun berhenti mengalirkan air ke bumi
Karena mengira air di wajahmu berasal dari bejana air miliknya
Tidakkah kau sadar
Bahwa semua mengkhawatirkanmu
Tidakkah kau sadar
Aku akan selalu disisimu
Memang mungkin aku tidak bisa lagi menyeka air matamu
Memang mungkin aku tidak bisa lagi memegang tanganmu
Namun aku akan selalu hadir di setiap malammu
Mendengar isi hatimu, memberikan saran dan semangat
Dan jika bisa aku akan hadir di setiap mimpimu
Tersenyumlah peri hati
Karena aku akan selalu menemanimu
Menjawab setiap kegelisahan hatimu
Agar kau tetap tegar dalam hidupmu

Komentar
Posting Komentar