kesedihan hati part 6

aku haya bisa diam membisu
membeku di dalam dinginnya hatiku
mencoba mematikan
setiap rasa yang ku miliki

termenung meratapi danau yang membeku
yang sudah tidak bisa memantulkan
cahaya redup sinar rembulan
di malam kelam maupun berbintang

hati bukanlah hati
jiwa bukanlah jiwa
semua telah berubah menjadi bongkahan es dan besi
yang tak mempunyai rasa ataupun asa

aku bertanya mengapa
namun kau hanya diam
dan kau hanya tersenyum
setiap ku mengulang pertanyaan yang sama

labirin seribu cermin  mulai hancur
meninggalkan sisa-sisa reruntuhan
dan kenyataan-kenyataan pahit
yang selama ini tersembunyi di balik cermin

kini kusadar, aku hanya pemuja bukan yang di puja
yang hanya bisa menerima
engkau berjalan bersamanya
dan tak pernah memperdulikanku

semua hal telah jelas
kebenaran telah muncul dari dasar
tak ada satu kepalsuan pun yang tersisa
semua telah lenyap di hilangkan kebenaran

lalu untuk apa aku selama ini menunggu
jika berakhir dengan kehilangan segalanya
untuk apa aku selama ini diam jika di injak-injak sang waktu
jika ku hanya bisa menyentuh bekas langkahmu


semua telah usai
sudah saatnya ku kubur semua hal tentang cinta
kupasangkann batu nisan yang berasal dari bongkahan jiwa dan hati yang telah berubah
yang bertuliskan masih mencintaimu, masih menunggu mu disini

selamat tinggal cinta, selamat tinggal untukmu
jika kau teringat diriku
maka kau telah terlambat untuk kembali
karena kau hanya akan menemukan kuburan di tempat ku berhenti

Komentar

Postingan Populer