Paradoks Untuk Kisahku (PUISI)
Pecahlah kaca lensa langit
Terbang dan menyayat bumi
Serpeihannya melukaiku
Tetes darah tak terasa
Rasa mati hanya ilusi
Muncul bersama pikiran yang terikat jiwa
Syair malam menemani kehampaan
Turun bersama hujan di malam bintang
Rembula tersembunyi awan
Menutupi kesedihan
Damai tapi gersang
Rerumputan terasa kering
Bersama embun yang tercipta
Tersenyum bersedih bersama
Berdiri tegak namun terjatuh
Tegar di kebimbangan
Kepastian yang tenggelam
Di ketidak pastiaan
Rasa satu yang menyebar kepenjuru
Sebuah paradoks untuk kisahku

Komentar
Posting Komentar