MELODI HATI YANG SEDIH

Nada-nada hati bersatu membangun sebuah melodi klasik
Diringi instrument-instrument musik jiwa membentuk sebuah lagu sedih
Mengalun diantara kanal-kanal kecil hati yang bermuara pada jurang kesedihan
Membekaskan lirik-lirik minor nan menyayat dinding-dinding cinta

Tetes-tetes air mata berjatuhan bersama biola angin yang ku mainkan
Mengusik sunyinya malam bersama angin rindu yang berhembus
Mencari jejak langkahmu yang telah hilang bersama pasir
Mencoba menyampaikan pesan lagu yang ku mainkan kepadamu

Karang-karang di lautan bersembunyi di balik kabut
Berharap tak di temukan oleh sang ombak
Berharap tak mendengarkan melodi klasik yang kumainkan
Berdoa semoga angin tak menyampaikannya

Getaran-getaran hati terbaca oleh sang bintang di langit
Menyusun sebuah rasi bintang baru bergambarkan reruntuhan kuil zeus
Terpampang di langit selatan nan kelabu
Menyebarkan aura kesedihan ke 8 penjuru mata angin

Begitu rapukah diriku tanpa dirimu
Begitu tak sanggupkah aku menerima kenyataan
Ataukah ini hanyaah bagain dari keadaan agar ku untuk tetap tegar
Ataukah ini hanya bagian dari tulisan takdirku

Mimpi kah aku ataukah ini sebuah kenyataan
Ilusi kah ataukah ini benar-benar takdir
Ku berharap ini hanyalah sebuah mimpi agar ku bisa bangun dan memperbaikinya
Dan ku berharap ini adalah sebuah ilusi, yang suatu saat ku bisa menemukan jawabannya.

Tapi kapankah saat itu datang jika ini benar-benar hanyalah mimpi
Tapi kapankah ini berakhir jika ini hanya sebuah ilusi semata
Sedangkan pasir waktu di genggaman ku
Perlahan tapi pasti jatuh kedasar jurang kematian

Berharapkan pada sebuah musik kan menemukan lagi potongan hidupku yang hilang
Berharap angin bisa menyampaikan bahwa ku membutuhkanmu
Dan yang sekarang ku bisa lakukan hanyalah menunggu
Dan yang sekarang ku bisa lakukan hanyalah tetap melangkah

Tak perduli mimpi atau bukan
Tak perduli ilusi atau kenyataan
Yang terpenting sekarang berjalan dengan raga
Walau sebagian jiwa masih di masa lalu

Komentar

Postingan Populer