BAYANGAN PERMATA YANG HILANG

Batu permata berkilau indah
Memantulkan dengan sempurna bayangan dirimu
Memancarkan bias-bias hati
Yang ku simpan dalam bisu selama ini

Menatap di balik layar sang permata
Bersembunyi dari tatapan wajahmu yang membiuskan
Melihat engkau tertawa, tersenyum bahagia
Walau terkadang aku melihat mu bersedih

Berharap suatu saat ku bisa tertawa  bersamamu
Berharap suatu saat bisa menghiburmu saat bersedih
Tapi rasanya itu sangat tak mungkin
Tak mungkin untuk dilakukan oleh diriku

Yang terkurung di dalam balok permata
Terkekang oleh rasa masa lalu
Tertahan oleh orang di sekitarmu
Dan terdiam karena sikapmu

Perlahan tapi pasti bayanganmu semakin menjauh
Menjauh dari diriku
Menjauh dari semua harapan semuku
Dan kini engkau pergi  bersama yang lain

Memang mungkin inilah takdirku
Hanya bisa menganggumimu tanpa bisa memiliki
Merelakanmu pergi bersama yang lain
Sementara ku terdiam terpaku menatap permata yang tak lagi memantulkan bayanganmu

Indah bayangan wajahmu sudah tak dapat ku lihat lagi
Senyum tertawamu sudah tak bisa ku dengar lagi
Bahkan tetes air matamu sudah tak bisa ku rasakan
Kini kau bahagia dan ku harap kau bahagia untuk selamanya.

Batu permata tinggallah batu permata
Tak ada artinya lagi jika tak bayangan wajahmu
Yang bisa kulihat di batu permata tersebut
Semua sudah selesai dan inilah akhir cerita untuk kisah ini

Komentar

Postingan Populer